Uncategorized

Seperti ini Realita Kehidupan Pekerja Seks di Korea Selatan. Beda Banget dengan Negara Lain!


Palingseru.com – Di Korsel Layanan seksual secara terbuka ditawarkan di rumah bordil, panti pijat, atau bilik salon seperti, Miari, salah satu red light distrik terbesar di Seoul.

Itulah yang mendorong sutradara Jason Y. Lee, dan saudaranya, produser Edward Lee, mewawancarai wanita muda yang memberikan sekilas bayangan perdagangan seks Korea Selatan dalam film dokumenter mereka “Save My Seoul”.

Dilansir dari laman nextshark.com, dari tribuntravel mereka bertemu dengan Chrystal dan Esther, dua pekerja seks yang mengungkap beberapa hal tentang pekerjaan mereka.

Menggunakan kamera tersembunyi dan akses dari mucikari, pria hidung belang dan pekerja, para kru pembuat film mengeksplorasi perdagangan seks di Seoul.

Berikut beberapa kutipan pertanyaan dan jawaban setelah dilakukan wawancara dengan mereka.

Q : “Banyak wanita di sini memiliki masa kecil yang suram, apa mungkin hal itu yang mendorong mereka masuk dalam prostitusi?”

A : “Ada banyak remaja pergi dari rumah setiap tahun dan ini prostitusi membuka peluang kerja yang sangat besar. Banyak orang di luar sana mengira mereka menjadi pekerja seks karena ingin banyak uang, padahal wanita-wanita di sini tidak seperti itu. Jika mereka punya pilihan lain, mereka tidak akan melakukannya”.

Ketika kru berada di Miari, mereka mengunjungi setidaknya 15 sampai 20 rumah bordil.

Masing-masing tempat berisi lima sampai puluhan perempuan.

Jadi jika ditotal, mereka melihat ada ratusan perempuan dan ini adalah fakta yang sangat memilukan.

Film dokumenter ini juga menyebutkan bahwa pekerja seks tidak ingin menjalin hubungan cinta secara resmi karena sulit mempercayai seorang pria.

Bukan hanya prostitusi wanita, di Korea Selatan pun ada prostitusi laki-laki.

Tak hanya itu, beberapa di antara mereka pun ada yang masih di bawah umur.



Paling Seru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *