Uncategorized

MUI: Jangan Nodai Malam Takbiran dengan Konvoi


REPUBLIKA.CO.ID, AMBON — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku mengingatkan umat Islam, terutama kaum muda di daerah ini agar jangan menodai malam takbiran dengan konvoi, baik dengan kendaraan roda dua maupun empat.

“Malam takbiran itu kan syukur kemenangan sebulan menunaikan ibadah puasa, makanya jangan dinodai dengan konvoi kendaraan yang berdampak negatif terhadap berbagai bidang,” kata Wakil Ketua MUI Maluku, Abidin Wakanno, di Ambon, Kamis (22/6).

Dia merujuk, konvoi kendaraan, terutama roda dua dengan knalpot resing oleh para kawula muda akan menimbulkan suara bising yang menggangu umat Islam mensyukuri sebulan menunaikan ibadah puasa, baik di rumah maupun masjid -masjid.

Selain itu, terjadi polusi udara yang mencemari lingkungan dengan dampak mengganggu kesehatan masyarakat secara umum.

“Khan MUI Pusat telah mengeluarkan fatwa agar malam takbiran jangan ada aktivitas konvoi kendaraan karena pastinya meresahkan, baik umat Islam maupun sesama lainnya,” kata Abidin.

Ketua Perayaan Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Maluku itu mengingatkan, umat Islam di daerah ini, terutama kota Ambon agar malam takbiran itu harus disyukuri sebagai kemenangan atas berbagai cobaan.

“Jadi syukuran kemenangan itu harus menciptakan rasa damai, baik umat sesama umat Islam maupun agama lainnya sehingga tercerminan kehidupan orang basudara (saudara) sebagai warisan leluhur yang harus dilestarikan generasi muda,” ujar Abidin.

Karena itu, para pengelola masjid, terutama di kota Ambon agar melaksanakan syukur malam takbiran dengan kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan ukuwah Islamiah.

“Kami telah mengimbau para pengelola masjid agar menyelengarakan lomba seperi beduk dan lainnya agar menggugah generasi muda untuk menyukuri sebulan menunaikan puasa dengan mencerminkan rasa damai di masing -masing hati,” kata Abidin.

Dia mengakui, imbauan melaksanakan konvoi itu juga merupakan hasil rapat bersama MUI, PHBI, pimpinan TNI/Polri, organisasi keagamaan dan Kanwil Kementerian Agama Maluku yang menginginkan malam takbiran dilaksanakan sebagai bentuk mengagungkan kebesaran Allah SWT.

“Imbauan jangan konvoi bertujuan memelihara kesucian malam takbiran agar tidak melakukan tindakan bertentangan dengan ajaran Islam. Takbir di malam menyambut Idul Fitri merupakan kewajiban umat Islam sehingga diarahkan agar momentum tersebut jangan ternodai,” ujar Abidin.

PHBI Maluku menjadwalkan menyelengarakan lomba pukul bedug di sepanjang jalan depan Masjid Raya Alfatah guna menghindari adanya aksi konvoi kendaraan.

“Tolong dipahami bahwa terobosan ini mempertimbangkan ibadah dan mudarat sehingga bukan soal keamanan semata,” tegas Abidin.



Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *