Uncategorized

Arus Peti Kemas Pelindo III Naik 3 Persen pada Semester I


REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Arus peti kemas di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada semester pertama 2017 tercatat mengalami peningkatan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Utama Pelindo III Ari Askhara mengatakan lalu lintas arus petikemas dalam satuan TEUs tercatat meningkat sebesar 3 persen yang terealisasi sebesar 2,37 juta TEUs dibandingkan semester pertama 2016 yang tercatat sebesar 2,30 juta TEUs.

Arus petikemas dalam satuan boks pada semester pertama 2017 tercatat meningkat 2 persen yang terealisasi sebesar 1,92 juta boks dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang tercatat sebesar 1,88 juta boks.

“Kenaikan kinerja disebabkan iklim ekonomi yang semakin membaik, dan diharapkan kenaikan kinerja kepelabuhanan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Ari, Jumat (14/7).

Selain arus petikemas, kunjungan kapal pada semester pertama 2017 dalam satuan Gross Tonnage (GT) juga menunjukkan tren positif. Arus kunjungan kapal tercatat mengalami peningkatan sebesar 7 persen yang terealisasi sebesar 116,67 juta GT dibanding periode yang sama tahun 2016 yang mencapai 108,44 juta GT.

Sedangkan dalam satuan unit arus kunjungan kapal mengalami penurunan sebesar 7 persen terealisasi sebesar 28.785 unit dibanding dengan semester pertama 2016 tercatat sebear 30.795 unit. “Penurunan dalam hal jumlah unit tersebut dikarenakan ukuran kapal yang melakukan kegiatan operasional di pelabuhan wilayah Pelindo III semakin besar jika dilihat dari ukuran GT-nya,” kata Ari.

Sementara arus barang pada semester pertama 2017 mengalami peningkatan sebesar 19 persen yang tercatat sebesar 39,69 juta ton dibandingkan dengan semester pertama 2016 tercatat sebesar 32,07 juta ton. Secara rinci, arus barang perdagangan luar negeri mencapai 9,64 juta ton dan dalam negeri mencapai 30,05 juta ton.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menambahkan, Pelindo III juga melakukan pengembangan untuk beberapa pelabuhannya yang diperuntukkan untuk wisata marina di antaranya Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, Lombok Barat Provinsi NTB, Benoa Provinsi Bali, dan Labuan Bajo Provinsi NTT.

Menurut Faruq, pembangunan fisik fasilitas pelabuhan marina dilakukan bertahap. Hingga saat ini baru satu pelabuhan marina yang beroperasi yakni di Pelabuhan Marina Benoa Bali. Dua lokasi lainnya saat ini tengah dalam tahap konstruksi yakni Pelabuhan Marina Boom di Banyuwangi dan Pelabuhan Marina Gilimas di Lombok Barat.

“Pelabuhan Marina Boom-Banyuwangi saat ini konstruksi sudah mencapai sekitar 85 persen. Kami targetkan pada awal 2018 mendatang sudah beroperasi secara penuh,” kata Faruq.



Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *